Gunung Gede Pangrango, Teritori Taman Nasional secara Berbagai ragam Flora dan Fauna

Gunung Gede Pangrango, Teritori Taman Nasional secara Berbagai ragam Flora dan Fauna

Diposting pada

Direktori Wisata – Gunung Gede Pangrango, teritori Taman Nasional secara berbagai ragam flora dan fauna. Jika Anda akui sebagai pencinta alam dan menyenangi kegiatan menaiki gunung, karena itu nama Gunung Gede Pangrango.

Gunung Gede Pangrango, Teritori Taman Nasional secara Berbagai ragam Flora dan Fauna

Tentu sudah benar-benar familier nama Gunung Gede Pangrango, atau masuk ke daftar gunung yang ingin ditaklukan di Cianjur. Pasalnya gunung dengan beberapa wisata yang lokasinya bersisihan dengan 2 kota besar, yakni Bandung dan Jakarta.

Gunung ini tidak sekedar hanya tawarkan pucuk yang cantik, karena gunung satu ini termasuk sisi dari Taman Nasional Gunung Gede yang mendatangkan banyak tujuan wisata. Hingga sanggup tawarkan pengalaman yang tidak sama dibanding gunung yang lain.

Daya Ambil Wisata yang Dipunyai Gunung Gede Pangrango

Daya Ambil Wisata yang Dipunyai Gunung Gede Pangrango

Bermacam Macam Flora dan Fauna

Menyaksikan jika gunung elok ini termasuk ke teritori taman nasional, tidaklah aneh bila di sini diketemukan banyak macam flora dan fauna. Keseluruhannya, ekosistem yang berada di teritori Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sendiri terdiri jadi tiga zone, yang dipisah berdasar ketinggiannya.

Zone pertama yakni zone submontana dengan ketinggian 1.000 sampai 1.500 mdpl, yang disebut komunitas untuk tumbuhan suku fagecease dan lauraceae. Teritori itu dijadikan komunitas untuk beberapa tumbuhan bawah seperti epifit dan lumut. Selanjutnya zone ke-2  yakni zone montana dengan ketinggian 1.500 sampai 2.000 mdpl.

Macam flora yang tumbuh di teritori zone montana diantaranya tumbuhan berdaun jarum dan Puspa atau yang mempunyai nama latin schima wallichii. Lantas yang paling akhir yakni zone tertinggi ialah zone subalpin, dengan ketinggian lebih dari 2.400 mtr. mdpl. Zone satu ini mempunyai komunitas lain berbentuk padang rumput subalpin, kawah gunung, danau, dan rawa.

✦ Populer Sebagai Gunung Gede Pangrango

Populer Sebagai Gunung Gede Pangrango

Mungkin sesudah dengar nama gunung yang cantik ini, Anda sebelumnya sempat bingung atau kelihatannya sedikit ada yang kurang. Hal itu benar-benar lumrah, karena gunung satu ini tambah dikenali dengan luas bernama Gede Pangrango. Karena walaupun di antara Gunung Gede dan Pangrango mempunyai ketinggian puncak yang tidak sama, tetapi ke-2  gunung ini tersambung dengan penggung gunung.

Ada punggung gunung berketinggian sekitaran 2.400 mtr. di permukaan laut yang dinamakan Kandang Badak itu, jadikan ke-2  gunung dengan puncak berlainan ini populer dengan 1 nama yakni Gede Pangrango. Untuk Gunung Gede sendiri mempunyai tinggi 2.958 mdpl, sedangkan Pangrango dengan pucuknya yang namanya Pucuk Mandalawangi mempunyai tinggi 3.019 mdpl.

✦ Gunung Paling tinggi Ke-2 

Gunung Paling tinggi Ke-2 

Dengan tingginya yang capai lebih kurang 3.019 mtr. di permukaan laut, Pangrango jadi gunung paling tinggi ke-2  di wilayah Jawa Barat, sesudah Gunung Ciremai. Gunung ini mempunyai teritori rimba yang berlimpah, dimulai dari Rimba Dipterokarp Bukit, Rimba Dipterokarp Atas, Rimba Ericaceous, dan Rimba Montane.

✦ Termasuk Teritori Taman Nasional

Termasuk Teritori Taman Nasional

Gunung Gede dan Pangrango termasuk ke teritori taman nasional, yang dinamakan TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango). Tujuan pendirian taman nasional ini awalnya sebagai lokasi pelestarian ekosistem, flora dan fauna yang berada di teritori pegunungan itu.

Maksudnya itu pasti secara tidak segera menunjukkan bagaimana kekayaan hayati demikian berlimpah di sini, hingga jadi komunitas dari beragam spesies makhluk hidup. Taman nasional dengan luas 24.270,80 hektar ini bukan hanya berperan sebagai pelestarian ekosistem dan lokasi pendakian saja, tetapi juga mendatangkan banyak aktivitas hebat secara beragam spot menarik.

Baca juga : Mandalawangi Camping Ground, Spot Camping Cantik di Cianjur

Spot dan Aktivitas yang Menarik Dilaksanakan di Gunung Gede Pangrango

Spot dan Aktivitas yang Menarik Dilaksanakan di Gunung Gede Pangrango

* Wisata Air Panas

Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, beberapa pelancong yang capek menaiki dapat nikmati air panas untuk hilangkan capek dan capek. Namun, medan yang dilewati untuk ke arah lokasi air panas itu sebetulnya tidak gampang. Tetapi telah terpasang tali yang hendak menolong pelancong supaya bisa melewatinya.

Rekreasi air panas ini ada di ketinggian 2.171 mtr. di permukaan laut, hingga udara disekitaran berasa sejuk bahkan juga hampir dingin. Udara yang pas untuk nikmati merendam air panas sekalian mengendurkankan diri. Sesudah bertemu dengan rekreasi air panas ini, ditanggung semua capek akan terbayar.

* Kandang Badak dan Kandang Batu

Kandang Badak dan Kandang Batu

Punggung yang menyambungkan Gunung Gede dan Gunung Gede Pangrango dikatakan sebagai Kandang Badak, yang mana Kandang Badak ini sebetulnya adalah salah satunya pos pendakian. Beberapa pendaki dapat istirahat di tempat itu, karena di situ ada sumber air bersih hingga mereka bisa isi lagi bekal air yang dipunyai.

Tidak jauh dari tempat Kandang Badak, pengunjung bisa temukan air terjun kecil yang dinamakan Panca Weuleuh. Cukup untuk hilangkan capek sesudah lakukan trackking ke arah pucuk gunung. Tidak berbeda jauh, Kandang Batu ialah pos pendakian. Untuk tempat satu ini umumnya jadi sebagai tempat perkemahan beberapa pendaki.

* Alun Alun Suryakencana

Alun Alun Suryakencana

Pergi dari lajur Gunung Putri, beberapa pendaki semakin lebih gampang temukan Alun Alun Suryakencana. Berikut kenapa Gunung Putri jadi pintu masuk paling ramai, walau lajur trek-nya termasuk susah. Alun Alun Suryakencana ini ada di ketinggian 2.958 mdpl, dan adalah padang edelweis yang lain yang dapat Anda dapatkan di TNGGP.

Cantiknya padang bunga edelweis dari Alun Alun Suryakencana, membuat siapa saja kerasan lama-lama di sini. Seringkali banyak yang lakukan sesion pengambilan foto untuk memperoleh foto terbaik di situ. Bila Anda ingin lakukan pengambilan foto seperti prewedding di padang edelweis itu, seharusnya tiba di antara bulan Juni sampai Agustus saat edelweis mengembang prima.

* Lembah Mandalawangi

Lembah Mandalawangi

Gunung ini mempunyai pucuk namanya Pucuk Mandalawangi, tidak jauh dari pucuknya itu ada lembah yang dinamakan Lembah Mandalawangi. Di sini, Anda akan melihat keelokan dan ketenangan alam yang berbentuk padang bunga edelweiss. Seorang aktivis dan pencetus MAPALA, Soe Hok Gie, bahkan juga sebelumnya pernah demikian kagum akan Lembah Mandalawangi ini.

Hal itu tertuang dalam puisinya yang dikasih judul “Mandalawangi-Pangrango”. Hal itu tidaklah heran, karena padang bunga edelweiss ini demikian menarik. Dari lembah ini, pendaki bahkan juga dapat nikmati pemandangan menarik dari Gunung Halimun dan Gunung Salak. Banyak juga yang ikhlas menanti menyaksikan sunset di sini karena daya tariknya yang tidak ada tara.

* Telaga Biru

Telaga Biru

Untuk Anda yang lewat lajur Cibodas, karena itu luangkan diri untuk berkunjung Telaga Biru yang berada di tempat rimba tropis. Penyebutan Telaga Biru ini berdasar warna air dari telaga itu, yang mempunyai penampilan visual warna biru. Di mana warna biru itu karena populasi spesies ganggang biru yang hidup dalam airnya.

Tetapi di saat tertentu, Anda mungkin tidak menyaksikan air biru itu. Karena airnya kadangkala berbeda warna jadi kecokelatan, bergantung dari tipe alga yang memimpin hidup di situ. Apapun itu berwarna, telaga yang berada pada ketinggian 1.575 mdpl dengan luas lebih kurang 5 hektar persegi ini masih tetap menarik agar dilihat.

* Tanjakan Setan

Tanjakan Setan

Jangan secara langsung takut dengan namanya, karena Tanjakan Setan ini mempunyai nama itu bukan lantaran memiliki tempat mistik. Nama Tanjakan Setan dipasangkan karena tempat itu memiliki lajur naik yang mempunyai kemiringan cukup berlebihan, hingga sedikit susah untuk dilalui.

Baca juga : Masjid Atta’awun Puncak, Tujuan Wisata Religius di Bogor

Ekstimasi Ongkos Pendakian Gunung Gede Pangrango

Ekstimasi Ongkos Pendakian Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bisa saja tidak ada jam tutupnya, tetapi saat sebelum dapat menaiki ke lokasi gunung ini, tiap pendaki perlu mempunyai SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Teritori Pelestarian) lebih dulu. Surat ini dikeluarkan oleh BBTNGGP (Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango).

Untuk pendaki lokal atau WNI, harga ticket pendakian dibandrol sekitaran Rp. 17.500 untuk siswa pada hari biasa dan Rp. 20.500 pada hari liburan. Sementara untuk umum dikenai biaya Rp. 29.000 pada hari biasa dan Rp. 34.000 pada hari liburan. Dan WNA perlu bayar lebih kurang Rp. 320.000 bila bertandang pada hari kerja, dan Rp. 470.000 saat akhir minggu atau liburan nasional.

Biaya ticket itu telah termasuk asuransi pendakian dua hari 1 malam untuk seseorang. Di taman nasional ini pendakian maksimal dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari 1 malam . Maka Anda harus memastikan untuk telah keluar teritori nasional sesudah waktu itu. Biaya yang tercantum sendiri dapat berbeda setiap saat, bergantung faksi pengurus.

Baca juga : Taman Kertha Gosa, Wisata Pembelajaran Sejarah dan Hukum Tradisi Bali di Klungkung

Alamat dan Jalur Ke arah Lokasi Gunung Gede Pangrango
Alamat dan Jalur Ke arah Lokasi Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango adalah gunung yang spesial, karena lokasinya ada secara langsung di tiga kabupaten yaitu Sukabumi, Cianjur, dan Bogor, di Jawa Barat. Hingga untuk ke arah lokasi, Anda dapat pilih tiga lajur yakni lewat Gunung Putri, Cibodas, atau Selabintana. Tetapi biasanya, banyak orang pilih lajur Gunung Putri dan Cibodas. Saksikan google maps.

– Lewat Selabintana

Walau tidak seramai lajur Gunung Putri dan Cibodas, tidak ada kelirunya bila Anda ingin terhubung Pangrango lewat Selabintana. Secara administratif, Selabintana berada di daerah Sukabumi, yang mana jaraknya dari pusat perkotaan lebih kurang 10 km. Pintu masuknya berada di Pondok Halimun di Cipelang.

– Lewat Gunung Putri

Akses Pangrango lewat Gunung Putri memang termasuk susah, tetapi lajur ini sering jadi favorite untuk beberapa pelancong karena ada Alun Alun Surya Kencana (padang savana di TNGGP) dan bunga edelweiss yang cantik di situ. Disamping itu, prediksi waktu pendakiannya lumayan singkat atau memerlukan waktu sekitaran 6 jam perjalanan.

Jika pergi dari wilayah Cipanas, jarak ke arah pintu masuk Gunung Putri kurang lebih sepanjang 7 km. Di sini Anda bahkan juga dapat memakai transportasi umum dari terminal, yang cuma memerlukan waktu 30 menit perjalanan saja. Perjalanan nanti akan diawali trackking melalui perkebunan masyarakat, ke arah Legok Leunca.

– Lewat Cibodas

Untuk akses Gunung Gede Pangrango, Anda bisa juga lewat lajur pendakian Cibodas. Bila naik transportasi umum dari Jakarta, karena itu mengambil jalur Jakarta – Bandung lantas Bogor – Bandung yang melalui Pucuk. Nanti dapat segera turun di pertigaan Cibodas, yang dekat sama papan nama dari Taman Nasional Gunung Besar Pangrango.

Dari pertigaan dengan papan nama itu,langsung naik transportasi umum jalur Cibodas Rarahan yang bisa mengantar Anda segera di muka gerbang taman nasional. Umumnya di situ ada juga ojek motor yang dapat dicarter, jika ingin bisa lebih cepat sampai ke lokasi taman nasional.

Baca juga : Fairy Garden; Taman Mimpi dengan Panorama Alam Cantik dan Sarana Permainan di Bandung

Tetapi Anda tidak butuh cemas, karena di situ telah disiapkan tali supaya bisa memudahkan proses pendakian. Walau termasuk aman bahkan juga untuk beberapa pendaki pemula karena banyak sarana pendukung untuk memudahkan pendakian, tetapi pengunjung harus terus berhati hati saat di sana.

Tidak ada selesainya memang bila Anda menelusuri ke teritori Gunung Gede Pangrango. Karena taman nasional ini berisi banyak tujuan dan aktivitas menarik, hingga benar-benar direferensikan untuk beberapa pencinta alam.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *