Lobang Jepang, Tujuan Wisata yang Penuh Nilai Sejarah di Bukittinggi

Lobang Jepang, Tujuan Wisata yang Penuh Nilai Sejarah di Bukittinggi

Diposting pada

Direktori Wisata – Lobang Jepang, tujuan wisata yang penuh nilai sejarah di Bukittinggi. Terselinap di kota Bukittinggi, Lobang Jepang mengundang pengunjung untuk menelusuri tujuan wisata yang penuh nilai sejarah, menyuguhkan penuh mistis dan nuansa bau mistik yang membuat bertambah pengalaman perjalanan.

Wisata dengan berkunjung Lobang Jepang di Bukittinggi tidak cuma memperoleh berlibur hebat, tetapi beragam hal menarik. Banyak hal yang diartikan yaitu ketahui nilai sejarah dari kehadiran gua itu, sekalian memperoleh pengalaman mistik. Project pembangunan terowong di bawah tanah ini diprediksi diawali di tahun 1942 saat tentara Jepang menempati Bukittinggi.

Tujuan intinya sebagai pertahanan untuk tentara Jepang. Disamping itu untuk simpan stok senjata dan tempat pengintaian. Lokasi yang sekarang ini jadi object wisata tidak cuma mempunyai nilai sejarah, tetapi cerita pilu. Bagaimana tidak, terowong dengan panjang sekitaran 1.400 mtr. itu dibuat oleh masyarakat Indonesia sebagai tahanan tentara Jepang. istilah ini dikenali sebagai kerja paksakan Romusha.

Dapat and pikirkan pada sat itu ditegaskan tidak ada alat berat. Kemungkinan cuma ada alat berbentuk cangkul dan skop yang waktu itu telah kekinian. Cukup banyak karyawan yang wafat karena kelaparan dan sakit. Semua karena minimnya suplai makanan dan keperluan klinis saat tersebut. Lebih-lebih lagi bila karyawan Romusha dipaksakan bekerja tiap hari walaupun pada kondisi sakit.

Daya Ambil Wisata yang Dipunyai Lobang Jepang Bukittinggi

Walaupun memiliki cerita pilu, Lobang Jepang rupanya memiliki daya magnet yang menjadikan banyak didatangi pelancong. Pengunjung yang tiba umumnya pada mereka yang sanggup menangani perasaan takut akan aura yang tidak biasa. Sama seperti yang disebutkan awalnya, beberapa hal mistik dan aura aneh dari object wisata ini kali.

✦ Penuh Mistis dan Bau Mistik

Daya magnet selanjutnya dari Lobang Jepang yaitu beberapa hal mistik yang dijumpai. Cukup banyak kesaksian pengunjung yang dengar pekikan kesakitan dari salah satunya lorong. Lokasi yang paling seram yaitu kamar makan dan tempat penganiayaan. Kesan-kesan mistik makin kuat karena object wisata ini cuma memilki alat penerang seadanya.

Disamping itu, beberapa hal mistis yang masih belum tersingkap sampai sekarang ini. Sebutlah saja tanah hasil penggalian yang sekarang ini tidak diketemukan. Bahkan juga masyarakat di tempat sebelumnya tidak pernah menduga ada gua ini semenjak pertama kalinya dibuat dan pada akhirannya diketemukan di tahun 1946. Letjen Moritake Tanabe sebagai pimpinan dari mega project itu sampai sekarang ini tidak dikenali kehadirannya.

✦ Nilai Sejarah Lobang Jepang

Daya magnet yang pertama ialah dari nilai sejarah. Awalnya sudah diterangkan jika tujuan pembangunan terowong bawah tanah ini dipakai sebagai area untuk menyimpan senjata. Makin lama, lokasi yang diartikan pada akhirnya dijadikan tempat tatap muka rahasia oleh pejabat Jepang.

Goa yang pertama kai dibuat di tahun 1942 ini atas ide dari Letjen Moritake Tanabe yang waktu itu memegang sebagai panglima perang Angkatan Darat Jepang. Gua yang berada di Bukittinggi tidak cuma sebagai ulasan khusus kita ini kali. Masih banyak lainnya dalam jarak yang tidak begitu jauh. Tetapi yang jadi tempat wisata cuma Lobang Jepang.

Sebetulnya pembangunan belum usai karena gagasannya tentara Jepang ingin membuat kota di bawah tanah. Dengan menyambungkan sejumlah gua yang terdapat, tujuan mereka waktu itu nyaris tercukupi. Sayang, bencana bom Hirosima dan Nagasaki memupus keinginan mereka karena harus berserah pada tangan sekutu.

✦ Kekhasan Gua

Dengan panjang sekitaran 1.470 mtr., goa ini mempunyai bentuk yang unik dan tidak teratur. Sejak dari pintu masuk, kekhasan telah kelihatan terang. Pengunjung harus menuruni 130 anak tangga pada kedalaman sekitaran 40 mtr. bila diukur dari dasar Ngarai Sianok. Awalnya, jalan masuk khusus cuma seukur ban mobil dan cuma dapat dimasuki merayap.

Bukan tanpa argumen mengapa ukuran itu dipakai, karena Lobang Jepang dipakai untuk tempat pengintaian. Tetapi saat jadi object wisata, pintu masuk diperlebar untuk mempermudah pengunjung yang tiba. Dinding yang terdapat menyengaja dibikin bergelombang untuk meredam gaung. Tetapi sekarang ini telah diperbaiki hingga beberapa dikasih polesan semen sebagai lapisan.

Pas saat anda memijakkan kaki pada anak tangga paling akhir, ada 6 biji lorong dengan bentuk dan ukuran yang masih sama. Pengunjung yang pertama kalinya tiba ke lokasi diharap waspada agar tidak salah jalan. Tiap lorong mempunyai peranan masing-masing. Ada yang dipakai sebagai area untuk menyimpan amunisi, kamar makan, dan tempat penganiayaan.

Baca juga : Jam Gadang, Menara Jam Icon Kebanggaan Kota Bukittinggi

Kegiatan Wisata yang Menarik Dilaksanakan di Lobang Jepang

Walaupun cuma berbentuk object wisata monumental, tetapi Lobang Jepang cukup hebat dipakai untuk banyak hal yang berhubugan dengan kegiatan. Memang sedikit bila dibanding wisata alam, tetapi kegiatan berikut minimal pantas dilaksanakan saat di lokasi.

* Tes Nyali

Apa anda percaya ingin berkunjung Lobang Jepang di Bukittinggi? Bila dirasakan tidak percaya, sebaiknya bila menangguhkan niat itu. Bayak pengunjung yang pada akhirnya ingin keluar sesudah masuk dalam gua. Ini karena beberapa hal bau mistik yang terjadi saat masuk terowong itu.

Namun bila anda ingin berekreasi sekalian mengetes nyali, tentu saja tidak jadi masalah meneruskan tujuannya untuk bertandang. Upayakan tidak sendiri atau cuma 2 – tiga orang saja. Berdompol atau membuat barisan jadi opsi khusus untuk menangani perasaan takut. Silakan gabung dengan barisan lain bila memang anda tiba sendiri.

* Belajar Sejarah Perjuangan Bangsa

Dengan berkunjung object wisata ini, diharap anda dapat belajar bagaimana jerih payah perjuangan masyarakat Indonesia menantang penjajah Jepang saat tersebut. Beberapa karyawan Romusha diambil dari pulau Jawa dan Kalimantan, menjadi mereka tidak mengenali daerah itu benar-benar walaupun lolos dari tentara Jepang.

Keseluruhan lubang atau lorong yang berada di gua itu minimal 21 secara beragam peranan. Bahkan juga di salah satunya titik ada perangkap yang diperuntukkan untuk penyelusup yang masuk. Perangkap itu berbentuk galian tanah dengan bambu lancip yang ditancapkan. Sekalian telusuri lorong sempit, anda dapat belajar bagaimana konstruksi bangunan yang menyambungkan satu lorong dengan lorong yang lain.

* Telusuri Terowong Bawah Tanah

Dengan lubang yang tidak begitu lebar, sekitaran 2 mtr., pengunjung dapat beraktivitas menelusuri gua itu. Ukuran yang panjang membuat kegiatan ini makin hebat dilaksanakan. Lebih-lebih lagi bila ada sumber yang lain mengatakan jika gua sebagai object wisata ini memiliki panjang sekitaran 8 km.

Meskipun begitu, pengunjung cuma dapat terhubung jalan sepanjang 700 mtr. saja. Jarak itu bukan lempeng, tetapi banyak tikungan yang dapat menjadi membuat salah jalan. Kira saja waktu ada di Lobang Jepang, anda sedang ada dalam labirin. Ada baiknya kalau sewa pemandu wisata agar tidak salah jalan.

* Hunting Photo

Tidak cuma panorama yang pantas untuk dipotret, Lobang Jepang Bukittinggi pantas karena beberapa hal unik yang dapat anda menjadikan background photo. Cukup banyak pelancong yang mendokumentasikan peristiwa berliburnya dengan ambil photo di salah satunya lorong. Untuk contoh ialah lorong yang dipakai sebagai area untuk menyimpan senjata.

Ada yang memakai pintu masuk atau pintu keluar sebagai latar belakang photo mereka. Pemilihan tempat itu dirasakan pas karena ke-2  jalan ada tulisan nama dari object wisata yang didatangi. Kegiatan ini jadi wajib sekarang ini untuk dibagi ke sosial media, atau sekedar hanya jadi kenangan.

Baca juga : Kota Tua Padang, Object Wisata Sejarah dengan Nuansa Tempo Dahulu

Harga Ticket Masuk dan Jam Operasional Wisata Lobang Jepang Bukittinggi

Untuk pelancong yang ingin rasakan kesan berlibur berlainan di Lobang Jepang Bukittinggi, karena itu persiapkan ticket masuk sebagai persyaratan intinya. Tidak begitu mahal, cuma 8.000 rupiah untuk dewasa, dan 5.000 untuk beberapa anak. Harga itu setiap saat dapat berbeda, bergantung dari peraturan pengurus.

Selainnya ticket masuk, ada ongkos untuk parkir kendaraan. Tetapi ini kali khusus untuk pengunjung yang tiba dengan kendaran individu. Beroda 4 atau mobil dikenai ongkos 5.000 rupiah, dan motor cuma 2.000 rupiah. Anda dapat tiba kapan pun karena object wisata monumental ini dibuka tiap hari.

Baca juga : Savana Tegal Panjang, Daya tarik Padang Savana yang Mempesona di Bandung

Alamat dan Jalur Ke arah Lokasi Wisata Lobang Jepang

Lokasi Lobang Jepang tidak jauh dari object wisata Janjang Saribu yang dikenali sebagai The Great Wall of Bukittinggi, persisnya di Jalan Pemandangan, Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Dari pusat perkotaan tidak begitu jauh jaraknya, cuma tempuh waktu sekitaran 20 menit memakai kendaran bermotor.

Tetapi bila anda mengawali perjalanan dari Kota padang, karena itu waktu yang diperlukan sekitaran 2 jam perjalanan. Tidak susah temukan lokasinya, apalagi akses jalannya termasuk baik sama sebagai besar jalan teraspal. Anda dapat memakai tutorial Google Maps bila dirasakan kurang percaya. Juga bisa menyaksikan panduan jalan yang menyebar di sejumlah titik.

Baca juga : Kota Tua Vigan: Menghidupkan Kembali Pesona Kolonial Spanyol di Filipina

Sarana Wisata yang Ada di Lobang Jepang Bukittinggi

Dalam Lobang Jepang tidak diketemukan sarana apapun itu selainnya guide atau pemandu wisata. Anda dapat temukan sarana simpatisan saat ada di luar object wisata ini. Sarana yang dapat diketemukan salah satunya ialah tempat parkir, Masjid, dan toilet.

Untuk sarana lain yaitu warung makan yang menyebar di sejumlah titik. Walaupun tidak banyak, tetapi kehadirannya bisa dijadikan isi perut kosong atau saat rasa haus menerpa. Tidak ada sarana yang lain bermakna di lokasi wisata ini, kiranya yang disebut sebelumnya telah cukup buat menjadikan sebagai object wisata yang pantas didatangi.

Baca juga : Museum Nasional Filipina: Memamerkan Warisan Budaya dan Sejarah Filipina

Saat bertandang ke Lobang Jepang Bukittinggi, diharap menaati semua ketentuan yang berjalan. Upayakan tidak berenda canda di luar batasan kewajaran. Bergembira pasti diperbolehkan, asal masih juga dalam batasan norma. Ditambah, object wisata ini kali dikenali menyeramkan dan penuh hal mistik.[]