Kampung Adat Bena Ngada, Mengenali Budaya Sampai Tradisi Istiadatnya

Kampung Adat Bena Ngada, Mengenali Budaya Sampai Tradisi Istiadatnya

Diposting pada

Direktori Wisata – Kampung Adat Bena Ngada, mengenali budaya sampai tradisi istiadatnya. Kampung Adat Bena adalah warisan tradisi yang telah ada semenjak jaman megalitikum. Bangunan dalam teritori masih kuno yang dipertahankan sampai sekarang ini. Tiap rumah tradisi diyakinkan mempunyai narasi sejarah unik.

Traveller yang memiliki ketertarikan ke daerah tradisi ini harus jaga sikap. Anda perlu merajut hubungan yang bagus dengan warga disitu. Hargai tiap tradisi atau adat yang kerap dilaksanakan di sejumlah rumah punya masyarakat.

Nikmati berlibur di Daerah Bena yang masihlah jauh dari hingar-bingar memang berasa demikian nyaman. Daerah yang dekat bukit ini menarik didatangi sekalian ambil photo. Apalagi banyak traveller di luar yang dulu pernah berlibur ke daerah unik ini.

Daya Ambil yang Dipunyai Wisata Kampung Adat Bena Ngada

✦ Daerah Megalitikum

Kampung Adat Bena diketahui telah berumur beberapa ribu tahun karena sudah ada semenjak jaman leluhur. Masyarakat di tempat tetap menjaga bangunan lama karena mempunyai keunikan yang tidak bisa diganti. Walaupun bangunan cukup tradisionil, Daerah ini diyakinkan memberikan pelindungan dari Dewa yang tetap dimuliakan sampai sekarang ini.

Rumah yang terdapat di sini dengan turun-temurun akan diturunkan oleh tiap keluarga. Sisi susunan bangunan selalu dijaga dari setiap angkatan yang tempati rumah. Beberapa tamu yang tiba menyaksikan tujuan ini diharapkan tidak menghancurkan rumah disitu. Masih tetap menjaga warisan leluhur dan hargai tradisi masyarakat di tempat.

✦ Kerajinan

Kampung Adat Bena dikenali sebagai salah satunya wilayah pemroduksi kerajinan tenun. Warga disekitaran banyak yang bekerja sebagai perajin. Pembikinan kain tenun memerlukan waktu yang lumayan lama karena perlu cermat pada prosesnya. Wisatawan bisa menyaksikan proses pembikinan saat jalan rileks di wilayah Daerah itu.

Kain tenun yang telah menjadi banyak dipasarkan oleh masyarakat sebagai oleh-olehan ciri khas Bena. Traveller tidak butuh cemas karena kualitas kain diketahui sangatlah baik. Bahkan juga saat dipakai kain itu akan menggambarkan kebudayaan daerah tradisi dengan pola yang berbagai ragam.

✦ Jejeran Rumah Unik

Liburan ke Daerah Bena memberi penawaran jejeran rumah yang unik. Bila disaksikan rumah masyarakat disitu seperti bentuk U. Pada sisi tengah daerah ada sebuah tempat yang kerap digunakan sebagai spot upacara tradisi. Bila untung Anda dapat menyaksikan upacara penghormatan leluhur yang diselenggarakan pada bagian depan rumah.

Jejeran rumah itu diperlengkapi bangunan bhaga dan ngadhu. Bhaga digunakan untuk lambang leluhur wanita yang mempunyai bentuk seperti miniatur rumah. Lantas ngadhu diperuntukkan sebagai penghormatan leluhur pria yang simpan arti. Bangunan itu dibuat dari serat ijuk dan kayu yang tradisionil.

Baca juga : Taman Amahami, Nikmati Pemandangan Alam Sambil Kuliner di Bima

Kegiatan yang Menarik Dilaksanakan di Wisata Kampung Adat Bena

* Beli Buah Tangan

Kampung Adat Bena jual oleh-olehan yang dibikin langsung oleh masyarakat. Dimulai dari kain tenun, makanan, sampai bubuk kopi bisa dibeli gampang. Oleh-oleh ini lebih banyak dipasarkan di muka rumah warga dengan paket yang aman dibawa . Maka Anda yang ingin memberikan keluarga bisa memburu oleh-oleh karena harga dapat dijangkau.

* Menyaksikan Keelokan Daerah Tradisi Bena

Kampung Adat Bena yang berada dekat bukit membuat tiap mata wisatawan merasa terpanah. Ketinggian Daerah dapat digunakan untuk spot nikmati pemandangan. Bahkan juga Anda pun bisa telusuri tiap rumah yang bermotif unik. Saksikan kecantikan daerah setiap pojok karena rumah seperti pada perkampungan ini masih jarang-jarang ditemui.

* Hunting Photo

Kumpulkan stock photo di Daerah Bena wajib dicoba semua wisatawan. Rumah tradisi yang sudah berjejer dengan bangunan simpel membuat latar photo semakin estetik. Pelancong yang hunting bisa juga ambil bidikan photo dari atas Daerah. Disitu akan ada beberapa pemandangan yang pasti membuat masa lalu photo bagus.

* Jalan Rileks

Telusuri daerah tradisi secara jalan rileks menjadi satu diantara kegiatan hebat. Pelancong yang terdapat disitu dapat juga berhubungan dengan masyarakat di tempat. Warga di Daerah itu dikenali benar-benar ramah saat menyongsong tamu. Bahkan juga Anda dapat menanyakan berkenaan sejarah rumah tradisi dan sejumlah adat.

Baca juga : Gili Laba, Melihat Surga Wisata Bahari Terselinap di Labuan Bajo

Harga Ticket Masuk Object Wisata Kampung Adat Bena Ngada

Kampung Adat Bena dibanderol ticket Rp 25.000 per-orang yang tiba. Di bagian depan pintu masuk pelancong akan dikasih sebuah kain yang perlu digunakan sepanjang bertandang. Kain ini tidak berbayar kembali tapi wajib dibalikkan selesai pulang. Ongkos tambahan lain bisa diberi untuk sirih pinang sejumlah Rp 20.000 per kelompok rekreasi.

Setiap tiba kesini pengunjung bisa menelusuri tempat kulineran. Sejumlah masyarakat ada yang menyengaja tawarkan makanan ciri khas dari Bena dengan ongkos ramah kantong. Ada juga warga yang jual kain tenun mulai harga Rp 200.000. Kain itu telah dijahit dengan rapi memakai pola yang berbagai ragam.

Beberapa tamu wajib bayar parkir kendaraan pada harga Rp 5.000 untuk sepeda dan Rp 10.000 per mobil. Tetapi khusus traveller yang ingin bertandang lebih gampang karena itu bisa sewa ojek. Harga kendaraan umum itu dibanderol mulai Rp 20.000 . Maka sepanjang nikmati waktu kunjungan di Daerah itu Anda tidak perlu ongkos yang kuras kantong.

Baca juga : Kampung Jawi, Wisata Kulineran Favorite Memiliki nuansa Tempo Dahulu di Semarang

Alamat dan Jalur Ke arah Lokasi Wisata Kampung Adat Bena

Kampung Adat Bena berada di Dusun Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Perjalanan ke rekreasi monumental ini diketahui cukup banyak memerlukan tenaga dengan menjejaki jalan yang jarang-jarang disanggupi aspal. Mobil dan sepeda motor yang dibawa pelancong dapat dipercayakan dekatnya rumah masyarakat. Selanjutnya Anda dapat meneruskan dengan sewa ojek yang berada di tempat.

Pusat perkotaan Bajawa menjadi satu diantara wilayah yang lumayan dekat dengan teritori Dusun Tiwuriwu. Beberapa tamu bisa jalan telusuri tujuan lewat jalur kota ini. Waktu 30 menit dibutuhkan sepanjang berkendaraan dari pusat itu dengan membaca jalur. Pengunjung dapat melewati jalan yang mempunyai tanjakan cukup ekstrim disitu. Saksikan google maps.

Anda yang di luar kota bisa ke arah lokasi melalui Labuan Bajo dengan perkiraan lebih lama. Traveller dapat ke arah wilayah Ruteng dan lempeng ke Daerah Mborong. Selanjutnya sejumlah kilo disana teruskan sampai tempat Aimere. Teruskan jalan telusuri bukit untuk temukan Daerah Bena pada bagian barat gunung.

Baca juga : Mangrove Setapuk Besar, Rimba Wisata dengan Pemandangan Mempesona di Singkawang

Sarana yang Ada di Teritori Wisata Kampung Adat Bena Ngada

Kampung Adat ini unik karena banyak sarana yang pantas dipakai. Anda dapat menemui lokasi yang tawarkan produk oleh-oleh. Setiap memijakkan kaki disitu wisatawan bisa coba memburu produk ciri khas Bena. Toilet umum telah berada di dekat Daerah untuk tiap tamu yang pilih bertandang ke rekreasi.

Kulineran yang mempunyai rasa sedap dan jadi keunikan Bena ada yang dipasarkan pada warung. Tetapi, Daerah itu belum kebanyakan membangun warung. Spot duduk ada banyak di dekatnya rumah punya warga yang bisa digunakan kapan pun. Tiap rumah juga unik sebab ada yang dibikin untuk mengolah kain tenun dan pemrosesan biji kopi Flores.

Tempat yang umum digunakan parkir bisa diketemukan pada gerbang saat sebelum masuk ke dalam Daerah Bena. Berbagai ragam latar photo bisa didatangi karena rumah tradisi menarik difoto. Pengunjung yang ingin beribadah harus singgah ke rumah warga karena tidak tersedia tempat khusus. Sarana ini berharap dijaga sebagus mungkin supaya Bena makin banyak didatangi.

Baca juga : Taman Berkampung, Tempat Hebat Usai Minggu di Tarakan

Nach, tersebut keterangan Daerah Tradisi Bena yang tetap kental dengan tradisi dan budaya. Setiap tiba tentu pelancong terpanah karena rumah tradisi simpan kekhasan. Bahkan juga warga diketahui murah senyuman dan ramah. Sepanjang berlibur janganlah lupa masih tetap menjaga santun sopan untuk hargai tradisi masyarakat.[]