Roti Prata, Sajian Kulineran Renyah Mengenyangkan

Roti Prata, Sajian Kulineran Renyah Mengenyangkan

Diposting pada

Direktori Wisata – Sajian renyah mengenyangkan ini gurih di luar dan empuk dalam, tapi sedap di semua bagiannya.Walaupun Anda sudah pasti diperbolehkan menyantap sajian ini dengan garpu, masyarakat asil sini biasanya singkirkan alat makan dan secara langsung makan memakai tangan.

Hidangan ciri khas India ini mengunggah hasrat dan menarik mata. Tonton pembikin roti prata memperlebar adonan dengan memukul dan mengayunkannya pada sebuah pergerakan trampil. Jangan malu untuk mencoba sendiri!ini gurih di luar dan empuk dalam, tapi sedap di semua bagiannya.

Gurih di luar tetapi empuk dalam, roti prata selalu memberikan kepuasan hasrat. Roti gepeng India Selatan ini diproses menggoreng adonan yang direntangkan dan dibaluri ghee (mentega ciri khas India), dan dihidangkan kari ikan atau kambing.

Roti mempunyai makna yang masih sama dengan bahasa Indonesia, sedangkan prata atau paratha bermakna ‘rata’ dengan bahasa Hindi. Beberapa orang memandang sajian ini diperkembangkan dari resep panekuk asli Punjab di India, tapi di negeri seberang Malaysia, roti gepeng ini disebutkan roti canai, yang menurut beberapa orang asal dari Chennai.

Dari mana saja aslinya, roti prata nikmat dikonsumsi setiap waktu. Walaupun versus klasiknya dihidangkan polos atau berisi telur, menu paratha di Singapura sekarang tawarkan beragam macam kekinian seperti keju, cokelat, es cream, serta durian – menggantinya dari sajian khusus jadi makanan penutup.

Baca juga : 6 Makanan Ciri khas Sorong yang Wajib Anda C

Adonan yang tidak sama di Roti Prata

Dari demikian jumlahnya gerai prata di Singapura yang membuka sampai tengah malam, Anda akan menemui struktur adonan yang tidak sama keduanya, dimulai dari yang lunak dan kenyal sampai super gurih, dengan sebagian besar struktur adonan kuliner yang ada di beremah dan empuk.

Sisi paling sulit saat membuat prata ialah melebarkan adonan, dan ini jadi tontonan yang hebat. Tonton bagaimana pembikin prata memutar-mutar adonan sampai setipis kertas dan memiliki ukuran empat atau 5 kali semakin lebih besar dibanding aslinya.

Sesudah melipat lembar tipis ini menjadi segi panjang, dia mengolah Roti prata di atas wajan ceper yang dikasih minyak.[]